Jumat, 16 Maret 2012

Puisi Kelas VII_1


RINDUKU PADAMU
Karya: Annisa Tahdiyatus Salma
Aku selalu merindukanmu
Namun sekarang kau telah tiada
Namun cintaku takkan pernah pudar padamu
Indahnya masa-masa ketika kau merawatku
Sekarang aku termenung memikirkanmu
Aku selalu mengingat jasamu

Tanpamu hidupku menjadi hampa
Aku selalu merindukanmu
Hatiku terasa pedih tanpamu
Dialah pelita dalam hidupku
Izinkan aku menggenggam tanganmu memohon maafmu
Yakinkan diriku kau akan selalu mengasihiku
Aku selalu merindukanmu
Tetapi engkau kini tlah tiada
Untuk itu aku mau bertaubat
Sayangilah aku bu, walaupun engkau telah tiada

Sampai kapanpun aku selalu merindukanmu
Aku selalu mengingat jasamu
Lilin cintamu yang pernah hidup di hatiku kini pudar seiring pergimu
Mohon ampunilah aku ibu
Aku selalu merindukanmu


ALAM

Karya: Muhammad Kevin Adrian


Mengapa kini banyak terjadi bencana alam
Untuk itu aku menjaga alam
Hutan-hutan ditebang dan tak ditanam kembali
Air sungai bergabung dengan air limbah
Manusia yang membuat ulah
Manusia yang menaggungnya
Aku akan menjaga hutan
Demi keselamatan bumi
Karena bersih itu pangkal sehat
Enaknya melihat pemandangan yang bersih
Firasatku mengatakan
Ini adalah alam yang sehat dan bersih
Namun karena manusia yang jahil
Akan merusak alam
Demi keamanan alam
Rasa ingin melindungi alam
Ingatlah alam adalah tempat hidup kita
Aku akan merawat alam
Nan bersih dan sehat


RINDU IBU

Karya: Fitri  Muliani


Fajar yang selalu tersenyum mengingatkanku pada senyummu
Ibu yang selalu menerangi hidupku
Tapi sekarang kau telah tiada
Rasanya aku merasa sangat kehilangan
Ibuku yang kucinta

Mengapa kau tinggalkan aku
Untuk itu aku selalu mengingatmu
Luka hatiku lantaran pergimu
Ibu ingatlah anak yang kau tinggalkan
Anakmu terpaku sedih kehilanganmu
Namun diriku takkan pernah berhenti menyayangimu
Inginku peluk dirimu ibu


JANGAN BERBUAT MAKSIAT

Karya: Muhammad Rahim

Manusia di dunia ini pasti semua akan mati
Untuk itu marilah kita bertobat kepada Allah
Hari terus berganti
Akan mendekati kematian
Maka janganlah kita berbuat maksiat
Maksiat itu perbuatan  yang dibenci Allah
Azab neraka akan menyiksamu bila kau berbuat maksiat
Dan ingatlah juga azab kubur
Rasa yang tak tertahankan
Allah pernah berkata:
“Hai Orang-orang yang beriman, janganlah kamu berbuat maksiat
Ingatlah selalu azab Allah
Maka janganlah kau sekali-kali berbuat maksiat”


MEMBALAS JASA IBU

Karya: Nuzula Firmaniar


Naungan yang kau berikan
Untuk anakmu yang engkau saying
Zalimnya dirimu kau tanggung sendiri
Untuk orang yang kau cinta
Luka yang kau derita
Akan menambah sakitnya hatimu
Fajar yang selama ini bersinar terang
Ingin menjauh dariku
Rela kau berkorban demiku
Menanggung semua cobaan, namun…
Aku tidak pernah membalas jasamu
Namamu akan selalu kuingat
Ibu yang selalu mencintaiku saatku bersedih
Aku akan rela melakukan apa saja demimu
Rela demi membalas jasamu


RINDUKU SAHABATKU

Karya: Rahmatun Lil Alamin


Rinduku kepadamu sahabatku
Apakah kau merindukanku
Hari demi hari telah kulalui tanpamu
Mungkinkah hari demi hari kau melupakanku
Aku sangat merindukanmu
Telah kudapatkan teman yang lain
Untuk menggantikan dirimu
Namun tidak ada yang bias menggantikan dirimu

Langkah demi langkah kujalani tanpamu
Ingin rasanya kususuli dirimu kea lam sana
Langkah kakiku tak hentinya melangkah

Apa yang terjadi? Kenapa aku tak menemukanmu
Lalu kupandangi sebuah gundukan tanah dan seorang wanita cantik
Apakah itu kau? Aku coba tuk mendekati & kuraih tanganmu namun kau pergi
Mungkinkah dia telah pergi meninggalkanku
Itu semua ku harap mimpi
Namun itu semua nyata,


IBU

Karya: Sahika Della



Selalu kuingat kau
Aku ingin menemanimu
Hingga akhir nanti
Ingin kupeluk kau
Kau bagaikan bidadari
Aku mencintaimu ibu
Duniaku teras hampa tanpamu
Elegy ini kutulis untukmu
Lilin cinta yang dulu kau nyalakan pudar kala kau pergi
Lebih dari tujuh luka membekas
Aku lara……





Dongeng Leo & Simon


Leo dan Simon
Oleh Hadi Pranoto

Tuan Mugabe seorang pengusaha kayu. Ia mempunyai banyak pekerja yang pandai membuat kayu-kayu gelondongan menjadi meja, kursi, dan lemari yang bagus. Ia juga mempunyai dua penebang kayu yang bertugas menebang pohon di perkebunan miliknya. Tuan Mugabe sangat memperhatikan lingkungan. Setiap satu pohon ditebang, maka ia akan menanam seratus pohon kecil di perkebunannya yang luas. Suatu hari, dua penebang kayu yang bekerja untuknya sakit. Tuan Mugabe mencari dua penebang kayu yang baru. Cukup banyak pekerja yang melamar.
Namun, akhirnya Tuan Mugabe memilih dua pemuda, Leo dan Simon. Leo berbadan besar dan kuat. Tuan Mugabe tak ragu mempekerjakannya. Simon bertubuh sedang, namun semangatnya untuk bekerja cukup besar. Tuan Mugabe menerimanya dengan beberapa persyaratan. "Kalau hasil kerjamu kurang dari sepuluh batang pohon per hari kau akan dipecat," katanya.
"Baik Tuan," kata Simon bersemangat. Tuan Mugabe kemudian memberi keduanya kapak besar. Leo dan Simon pun mulai bekerja.Hari pertama Leo berhasil menebang lima belas batang pohon besar. Sementara Simon hanya delapan pohon.
"Sudah kuduga. Kau pasti tidak mampu," ujar Tuan Mugabe
"Maaf tuan. Berilah hamba kesempatan seminggu lagi. Hamba akan bekerja lebih keras lagi," jawab Simon. Tuan Mugabe pun setuju.
"Leo, tidak salah aku memilihmu. Kau memang pekerja keras yang baik,"Puji Tuan Mugabe pada Leo.
"Terima kasih, Tuan. Hamba akan bekerja lebih keras lagi," jawab Leo bangga. Karena pujian majikannya, Leo bekerja semakin bersemangat lagi. Sementara Simon masih mempersiapkan alat kerjanya, Leo telah menebang satu pohon.
"Hari ini aku akan menebang pohon lebih banyak dari kemarin," kata Simon dalam hati. Maka mulailah ia bekerja dengan lebih giat. Sore itu Simon berhasil menebang sepuluh pohon. Leo dua belas batang pohon. "Tidak apa-apa, Leo. Hasil tebanganmu masih lebih banyak. Kau tetap pekerja kesayanganku," puji Tuan Mugabe.
"Terima kasih, Tuan. Besok hamba akan bekerja dua kali lebih giat," janjinya.
"Simon, bekerjalah terus seperti hari ini. Kau tetap lulus," kata Tuan Mugabe.
"Terima kasih, Tuan. Hamba akan bekerja lebih cermat dan teliti lagi," jawabnya. Pagi-pagi sekali Leo telah pergi ke hutan. Ia menebang pohon dengan semangat dan mengerahkan seluruh tenaganya. Sementara Simon pagi itu, mulai bekerja seperti biasa. Akan tetapi, menjelang sore hari Leo hanya berhasil mengumpulkan sembilan batang pohon. Simon malah berhasil menebang dua belas batang pohon. Tuan Mugabe menjadi heran. Ia tahu kalau Leo selalu bekerja lebih awal dan lebih giat, sedangkan Simon bekerja dengan waktu dan kecepatan biasa.
"Maafkan hamba, Tuan. Sepertinya hamba kehilangan tenaga dan kekuatan," keluh Leo sedih.
"Aneh! Kenapa sekarang justru hasil tebangan Simon lebih banyak? Padahal tubuhmu lebih besar dan kuat dibanding Simon," Tuan Mugabe heran. Karena penasaran, Tuan Mugabe pun berusaha menyelidiki hal itu. Pagi-pagi sekali, ia sudah berada di dalam hutan mengawasi kedua pekerjanya. Yang pertama datang adalah Leo. Begitu sampai, ia langsung menebang pohon dengan gigihnya.
"Hhmmm, Leo lebih dulu mulai bekerja sebelum Simon. Tapi mengapa?” pikir Tuan Mugabe. Tak lama kemudian, datanglah Simon. Begitu sampai, ia tidak langsung bekerja. Simon mengeluarkan kapak dan mengasah kapaknya sampai tajam berkilat. Melihat hal itu Tuan Mugabe tersenyum, ia kini tahu jawabannya.
Sore itu, Simon berhasil mengumpulkan dua belas batang pohon. Sementara Leo cuma delapan batang. Leo menemui majikannya dan meminta maaf dengan sedih. Tuan Mugabe tersenyum,"Kapan terakhir kali kau mengasah kapakmu?"
"Mengasah?" Hamba tidak punya waktu untuk mengasah kapak, hamba terlalu sibuk menebang pohon," jawab Leo jujur.
"Itulah sebabnya hasil kerjamu menurun. Kau bekerja dua kali lebih keras, padahal kau memakai kapak yang tumpul. Akibatnya, kau butuh waktu lebih lama untuk menebang pohon," jelas Tuan Mugabe. Leo mengangguk mengerti. Ia kini sadar kecerobohannya. Ia juga mengagumi kecermatan Simon dalam bekerja.
Sumber: Bobo, 21 Desember 2006

Kamis, 15 Maret 2012

Dongeng Raja & Kura-kura


Di Benares, India, hidup seorang raja yang sangat gemar berbicara. Apabila ia sudah mulai membuka mulutnya, tak seorang pun diberi kesempatan menyela pembicaraannya. Hal ini sangat mengganggu menterinya. Sang menteri pun selalu memikirkan cara terbaik menghilangkan kebiasaan buruk rajanya itu.

Pada suatu hari raja dan menterinya pergi berjalan-jalan di halaman istana. Tiba-tiba mereka melihat seekor kura-kura tergeletak di lantai. Tempurungnya terbelah menjadi dua.
"Sungguh ajaib!" kata Sang Raja dengan heran. "Bagaimana hal ini dapat terjadi?" Lalu Raja mulai dengan dugaan-dugaannya. Dia terus-menerus membicarakan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi dengan kura-kura itu. Sang Menteri hanya mengangguk-anggukkan kepala  menunggu kesempatan berbicara. Kemudian dia merasa menemukan cara terbaik untuk menghilangkan kebiasaan buruk Sang Raja.

Ketika Sang Raja menarik napas untuk berbicara lagi, Sang Menteri segera menukas dan berkata,
"Paduka, saya tahu kejadian sebenarnya yang dialami kura-kura naas ini!" "Benarkah? Bila begitu, lekas katakan," kata Raja penuh rasa ingin tahu. Dengan penuh keseriusan Sang Raja mendengarkan cerita menterinya. Sang Menteri pun mulai bercerita.

Kura-kura itu awalnya tinggal di sebuah danau di dekat pegunungan Himalaya. Di sana terdapat juga dua ekor angsa yang selalu mencari makan di danau tersebut. Mereka pun akhirnya  bersahabat. Pada suatu hari dua ekor angsa itu menemui kura-kura yang sedang berjemur di tepi danau. "Kura-kura, kami akan segera kembali ke tempat asal kami yang terletak di gua emas di kaki Gunung Tschittakura. Daerah tempat tinggal kami adalah daerah terindah di dunia. Tidakkah engkau ingin ikut kami ke sana?" tanya Sang Angsa. "Dengan senang hati aku akan turut denganmu," sahut kura-kura riang.
"Tetapi, sayangnya aku tak dapat terbang seperti kalian," lanjutnya dengan wajah mendadak sedih.

"Kami akan membantumu agar dapat turut bersama kami ke sana. Tapi selama dalam perjalanan kamu jangan berbicara karena akan membahayakan dirimu," kata angsa. "Aku akan selalu mengingat laranganmu. Bawalah aku ke tempat kalian yang indah itu," janji kura-kura.

Lalu kedua angsa tersebut meminta kura-kura agar menggigit sepotong bambu. Kemudian kedua angsa tersebut menggigit ujung-ujung bambu dan mereka pun terbang ke angkasa. Ketika kedua angsa itu sudah terbang tinggi, beberapa orang di Benares melihat pemandangan unik tersebut. Mereka pun tertawa terbahak-bahak sambil berteriak.

"Coba, lihat! Sungguh lucu. Ada dua ekor angsa membawa kura-kura dengan sepotong bambu." Kura-kura yang suka sekali bicara merasa tersinggung ditertawakan. Dia pun lupa pada larangan kedua sahabatnya. Dengan penuh kemarahan dia berkata, "Apa anehnya? Apakah manusia itu sedemikian bodohnya sehingga merasa aneh melihat hal seperti ini?"

Ketika kura-kura membuka mulutnya untuk berbicara, dua ekor angsa itu sedang terbang di istana. Kura-kura pun terlepas dari bilah bambu yang digigitnya. Dia terjatuh tepat di sini dan tempurungnya terbelah dua. "Kalau saja kura-kura itu tidak suka berbicara berlebih-lebihan, tentu sekarang dia telah tiba di tempat sahabatnya," kata Sang Menteri mengakhiri ceritanya sambil memandang Sang Raja.

 Pada saat bersamaan Raja pun memandang menterinya. "Sebuah cerita yang menarik," sahut Sang  Raja sambil tersenyum. Dia menyadari kemana arah pembicaraan menterinya. Sejak saat itu, Sang Raja mulai menghemat kata-katanya. Dia tidak lagi banyak bicara. Tentu saja Sang Menteri amat senang melihat kenyataan itu.

**********

SILABUS BI 7_1


SILABUS MATA PELAJARAN

SATUAN PENDIDIKAN    : MTsN SITUJUH BATUR
MATA PELAJARAN                            : BAHASA INDONESIA
KELAS                                                   : VII
SEMESTER                                           : 1
TAHUN AJARAN                               : 2011-2012


Aspek / Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Tingkat /Ranah
Materi Pokok
Kegiatan Pembelajaran
Indikator
Tingkat Ranah
Penilaian
Alokasi Waktu
Sumber Belajar
Pendidikan Karakter Bangsa
Teknik
Bentuk Instrumen
Contoh Instrumen

Mendengarkan /
Memahami wacana lisan melalui kegiatan mendengarkan berita
Menyimpulkan isi berita yang dibacakan dalam beberapa kalimat

C
Penyimpulan
Berita
·   Mendengarkan sebuah berita yang dibacakan oleh guru atau salah seorang siswa yang menjadi model
·   Menuliskan pokok-pokok berita yang didengar
·   Memberikan tanggapan terhadap isi berita
·   Menyarikan pokok-pokok berita menjadi isi berita
·   Menyimpulkan isi berita menjadi satu alinea
§  Menunjukkan pokok-pokok berita yang didengarkan
§  Menyarikan pokok-pokok berita menjadi isi berita
§  Menyimpulkan isi berita dalam satu alinea


Tes Tertulis
Penugasan
1.    Tulislah minimal 3 pokok berita yang terdapat dalam berita berikut!
2.    Tulislah intisari berita tersebut menjadi sebuah berita!
3.    Buatlah kesimpulan berita dalam satu alinea!
2 x 40’
§ Buku Teks yang relevan
§ Naskah berita

Menuliskan kembali berita yang dibacakan ke dalam beberapa kalimat
C
Penulisan kembali berita yang dibacakan
·     Mendengarkan sebuah berita dari Televisi /Radio atau Kaset
·     Mengidentifikasi pokok-pokok berita yang didengar
·     menulis isi berita menjadi ke dalam beberapa kalimat
·     menyimpulkan isi berita menjadi satu alinea
§  Mengidentifikasi pokok-pokok berita yang didengar
§  Menulis isi berita yang didengar ke dalam beberapa kalimat singkat
§  Menulis kembali isi berita yang didengar ke dalam satu alinea

Tes Tertulis
Penugasan
1.     Identifikasilah pokok-pokok berita yang kamu dengar!
2.     Tulislah kembali isi berita yang kamu dengar dalam beberapa kalimat!
3.     Buatlah kesimpulan isi berita yang kamu dengar dalam datu alinea
2 x 40’
§ Buku Teks yang relevan
§ Naskah Berita

Berbicara /
Mengungkapkan pengalaman dan informasi melalui kegiatan bercerita dan menyampaikan pengumuman
Menceritakan pengalaman yang paling mengesankan dengan menggunakan pilihan kata dan kalimat yang efektif


C
Penceritaan pengalaman yang mengesankan
·     Mendengarkan sebuah cerita dari narasumber menganai pengalaman yang mengesankan
·     Menulis daftar pengalaman yang mengesankan
·     Memilih salah satu pengalaman yang mengesankan dari berbagai pengalaman yang telah didaftar
·     Menyusun pokok-pokok cerita pengalaman yang mengesankan menjadi cerita pengalaman
·     Berlatih bercerita dengan memperhatikan penggunaan kalimat dan bahasa yang baik dan benar
·     Bercerita pengalaman yang paling mengesankan dengan menggunakan kalimat yang efektif dan bahasa yang baik
§  Mencatat pokok-pokok cerita yang mengesankan
§  Menrumuskan kembali pokok-pokok cerita menjadi rangkaian cerita pengalaman
§  Menceritakan pengalaman yang paling mengesankan berdasarkan pkok-pokok rangkaian cerita dengan menggunakan pilihan kata yang tepat dan kalimat yang efektif


Tes Tertulis
Penugasan dan demonstrasi
1.      Tulislah sebuah cerita tentang pengalaman mu yang paling mengesankan
2.     Ceritakanlah pengalamanmu yang peling mengesankan itu secara lisan!
6 x 40’
§ Buku Teks yang relevan
§ Teks Pengalaman yang Mengesankan


Menyampaikan pengumuman dengan intonasi yang tepat serta kalimat yang lugas dan sederhana

C
Penyampaian pengumuman
·     Mencermati dan membaca sebuah teks pengumuman
·     Menentukan topik pengumuman yang dekat dengan lingkungan siswa
·     Membuat pokok-pokok pengumuman berdasarkan topic yang telah dipilih
·     Menyusun sebuah pengumuman berdasarkan ropik dengan menggunakan pilihan bahasa yang efektif dan sederhana
·     Berlatih menyampaikan pengumuman dengan bahasa yang sederhana dan jelas
·     Menyampaikan pengumuman dengan intonasi yang tepat serta menggunakan kalimat yang lugas dan sederhana
§  Menyebutkan pokok-pokok pengumuman
§  Membuat kerangka pengumuman
§  Mengubah kerangka pengumuman menjadi sebuah pengumuman
§  Mengumumkan dengan intonasi yang tepat serta menggunakan kalimat yang lugas dan sederhana


Tes Tertulis
Penugasan dan demonstrasi
1.      Tulislah sebuah pengumuman dengan bahasa yang efektif dan sederhana!
2.      Umumkanlah pengumuman yang telah kamu buat di depan kelas dengan baik!
6 x 40’
§ Buku Teks yang relevan
§ Contoh Pengumuman


Membaca /
Memahami ragam teks nonsastra dengan berbagai cara membaca
Menemukan makna kata tertentu dalam kamus secara cepat dan tepat dengan konteks yang diinginkan melalui kegiatan membaca memindai

C
Penemuan makna kata secara cepat dan tepat
·     Membaca sebuah teks nonsatra
·     Menandai kata-kata baru/sulit dan menentukan kata itu sebagai lema yang akan dicari maknanya dalam kamus
·     Mencari makna lema tersebut dalam kamus secara tepat dan cepat
·     Menemukan makna kata dalam kamus sesuai dengan konteks yang diinginkan


§ Mencatat intilah kata secara cepat dan tepat
§ Menemu-tunjukkan istilah secara cepat dan tepat dalam kamus
§ Mengumpulkan istilah dan kata sulit yang ditemukan
§ Menyusun kata sulit secara alfabetis
§ Menemukan makna kata secara cepat dan tepat sesuai dengan konteks yang diinginkan


Tes Tertulis
Penugasan
1.      Temukan istilah / kata sulit dalam bacaan yang kamu baca kemudian cari artinya dalam KBBI!
2.      Susunlah istilah tersebut secara alfabetis!
3.      Temukan makna kata atau istlah secara tepat dalam kamus sesuai dengan konteks yang diinginkan!
2 x 40’
§ Buku Teks yang relevan
§ KBBI
§ Teks Berita/ Bacaan yang relevan




Menyimpulkan isi bacaan setelah membaca cepat 200 kata per menit

C
Penyimpulan isi bacaan
·     Membaca sebuah teks nonsatra yang terdiri atas 200 kata atau kelipatannya
·     Menandai kata-kata baru/sulit dan menentukan kata itu sebagai lema yang akan dicari maknanya dalam kamus
·     Mencari makna lema tersebut dalam kamus secara tepat dan cepat
·     Menemukan makna kata dalam kamus sesuai dengan konteks yang diinginkan
§  Membaca cepat 200 kata permenit
§  Menyimpulkan isi bacaan dengan cara merangkai pokok-pokok bacaan


Tes Tertulis
Penugasan
1.     Jawablah pertanyaan berikut berdasarkan bacaan yang kamu baca!
2 x 40’
§ Buku Teks yang relevan




Membacakan berbagai teks perangkat upacara dengan intonasi yang tepat

C
Pembacaan teks perangkat upacara
·       Membaca salah satu teks perangkat upacara dengan memperhatikan jeda, intonasi dan penekanan
·       Membaca teks perangkat upacara di depan kelas dengan memperhatikan jeda, intonasi dan penekanan, siswa lain memberikan penilaian sesuai format penilaian
§  Mengidentifikasi berbagai teks perangkat upacara
§  Menandai penjedaan pada teks perangkat upacara
§  Memilih salah satu teks perangkat upacara
§  Menampilkan pembacaan salah satu teks perangkat upacara


Tes Lisan
Penugasan
Dan Demontrasi
1.     Bacalah salah satu teks perangkat upacara dengan memperhatikan jeda, intonasi dan penekanan yang benar!
4 x 40’
§ Buku Teks yang relevan
§ Teks Perang
kat Upacara








Menulis /
Mengungkapkan pikiran dan pengalaman dalam buku harian dan surat pribadi
Menulis buku harian atau pengalaman pribadi dengan menggunakan kalimat yang ekspresif

C
Penulisan buku harian
·       Siswa diminta mengamati dan mencermati salah satu contoh buku harian
·       Siswa mendiskusikan unsur-unsur yang terdapat dalam buku harian
·       Siswa mendiskusikan bahasa yang digunakan dalam buku harian
·       Siswa mengidentifikasi pengalaman yang mengesankan
·       Siswa menulis pokok-pokok pengalaman pribadi yang mengesankan
·       Siswa mengembangkan pokok-pokok pengalaman pribadi itu menjadi sebuah tulisan yang ekspresif dengan menambahkan waktu kejadian, curahan pemikiran dan perasaan ke dalam buku harian
§  Mengidentifikasi pengalaman yang berkesan
§  Memilih salah satu pengalaman yang paling berkesan
§  Menulis pokok-pokok pengalaman pribadi yang terjadi dalam satu hari
§  Menulis buku harian atau pengalaman pribadi dengan memperhatikan cara pengungkapan dan bahasa yang ekspresif


Tes Tertulis
Penugasan
1.     Identifikasilah pengalamanmu yang berkesan, kemudian pilihlah yang paling berkesan!
2.     Tulislah pokok-pokok pengalaman yang berkesan tersebut!
3.     Tuliskanlah pengalaman pribadimu ke dalam buku harian dengan menggunakan bahasa yang ekspresif!

4 x 40’
§ Buku Teks yang relevan
§ Contoh Buku Harian



Menulis surat pribadi dengan memperhatikan komposisi, isi dan bahasa

C
Penulisan surat pribadi
·     Siswa diminta mengamati dan mencermati salah satu contoh surat pribadi
·     Siswa mendiskusikan unsur-unsur yang terdapat dalam surat pribadi
·     Siswa mendiskusikan bahasa yang digunakan dalam surat pribadi
·     Siswa mencermati surat pribadi dan surat resmi
·     Siswa mendiskusikan perbedaan surat pribadi dan surat resmi
·     Siswa menulis sebuah surat pribadi dengan memperhatikan komposisi, isi dan bahasa yang komunikatif
§  Menjelaskan bagian-bagian surat pribadi
§  Menunjukkan perbedaan komposisi surat pribadi dan surat resmi
§  Menulis surat pribadi dengan memperhatikan komposisi, isi dan bahasa yang komunikatif


Tes Tertulis
Penugasan
1.     Tulislah perbedaan komposisi surat pribadi dan surat resmi berdasarkan contoh!
2.     Tulislah sebuah surat pribadi kepada teman barumu di sekolah lain, ceritakanlah kondisimu di sekolah ini dan gunakanlah bahasa yang komunikatif!


4 x 40’
§ Buku Teks yang relevan
§ Contoh Surat Pribadi dan Surat Dinas



Menulis teks pengumuman dengan bahasa yang baik, efektif dan benar

C
Penulisan teks pengumu-
man
·     Mencermati dan mengamati sebuah teks pengumuman
·     Mendiskusikan unsur-unsur yang terdapat dalam pengumuman
·     Mendiskusikan bahasa yang digunakan dalam pengumuman
·     Menentukan topic sebuah pengumuman yang dekat dengan lingkungan siswa
·     Menulis pokok pengumuman berdasarkan topic yang telah ditentukan pada pertemuan sebelumnya
·     Menulis teks pengumuman dengan bahasa yang efektif, baik dan benar
·     Menyunting teks pengumuman yang dibuat teman
§  Menunjukkan pokok-pokok pengumuman
§  Menulis teks pengumuman dengan bahasa yang efektif, baik dan benar


Tes Tertulis
Penugasan
1.     Buatlah sebuah teks pengumuman sesuai dengan kegiatan yang ada di sekolahmu dengan menggunakan bahasa yang efektif, baik dan benar!

2 x 40’
§ Buku Teks yang relevan
§ Contoh Teks Pengumuman







Mendengarkan Sastra /
Mengapresiasi dongeng yang diperdengarkan
Menemukan hal-hal menarik dari dongeng yang diperdengarkan

C
Penemuan hal menarik dari dongeng
·     Mendengarkan dengan baik sebuah dongeng yang disampaikan guru atau melalui media TV/Kaset
·     Mendiskusikan ide-ide menarik dari dongeng yang diperdengarkan
·     Merangkai ide-ide menarik menjadi hal-hal menarik dari dongeng
§  Mengidentifikasi ide-ide menarik dari dongeng yang diperdengarkan
§  Merangkai ide-ide menarik menjadi hal-hal menarik dari dongeng


Tes Tertulis
Penugasan
1.     Tulislah ide-ide menarik dari dongeng yang kamu dengar!
2.     Kemukakan ide-ide menarik dari dongeng yang kamu dengar dengan alasan yang logis!

2 x 40’
§ Buku Teks yang relevan
§ Dongeng/ Cerita Anak



Menunjukkan relevansi isi dongeng yang diperdengarkan dengan situasi sekarang

C
Penunjukkan relevansi isi dongeng dengan situasi sekarang

·     Mendengarkan dengan baik sebuah dongeng yang disampaikan guru atau melalui media TV/Kaset
·     Mendiskusikan pokok-pokok dari dongeng yang diperdengarkan
·     Menunjukkan reevansi isi dongeng dengan situasi sekarang
§  Mengidentifikasi isi dari dongeng yang diperdengarkan
§  Menjelaskan relevansi isi dongeng dengan situasi sekarang


Tes Tertulis
Penugasan
1.     Tulislah pokok-pokok dongeng yang kamu dengar dan relevansinya dengan situasi sekarang dengan alasan yang logis!



2 x 40’
§ Buku Teks yang relevan
§ Dongeng / Ceita Anak





Berbicara Sastra/
Mengapresiasi pikiran dan perasaan melalui kegiatan bercerita
Bercerita dengan urutan yang baik, suara, lafal, intonasi, gesture dan mimic yang tepat

C
Penyampaian cerita
·     Membaca sebuah buku cerita yang menarik berdasarkan persediaan perpustakaan sekolah atau koleksi pribadi siswa
·     Menentukan pokok-pokok cerita yang telah dibaca
·     Merangkai pokok-pokok cerita menjadi urutan cerita yang baik dan menarik
·     Berlatih bercerita
·     Bercerita dengan urutan yang baik, suara, lafal, intonasi, gesture dan mimic yang tepat
§  Menulis pokok-pokok cerita
§  Menggabungkan pokok cerita menjadi urutan cerita yang baik
§  Bercerita dengan urutan yang baik, suara, lafal, intonasi, gesture dan mimic yang tepat


Tes Tertulis
Penugasan dan demontrasi
1.     Tulislah kronologis pokok-pokok cerita dari buku cerita yang kamu baca dengan benar!
2.     Rangkailah pokok-pokok cerita itu menjadi urutan cerita yang baik!
3.     Berceritalah dengan urutan yang baik, serta suara, lafal, gesture, intonasi dan mimic yang tepat!
6 x 40’
§ Buku Teks yang relevan
§ Dongeng / Cerita Anak



Bercerita dengan alat peraga

C
Penyampaian cerita dengan alat peraga
·     Membaca sebuah buku cerita yang menarik berdasarkan persediaan perpustakaan sekolah atau koleksi pribadi siswa
·     Menentukan pokok-pokok cerita yang telah dibaca
·     Merangkai pokok-pokok cerita menjadi urutan cerita yang baik dan menarik
·     Berlatih bercerita
·     Bercerita di depan kelas dengan menggunakan alat peraga yang sesuai
§  Mencatat pokok-pokok cerita
§  Mengurai pokok-pokok cerita menjadi urutan cerita yang menarik
§  Bercerita dengan menggunakan alat peraga


Tes Tertulis
Penugasan dan demontrasi
1.     Tulislah kronologis pokok-pokok cerita dari buku cerita yang kamu baca dengan benar!
2.     Rangkailah pokok-pokok cerita itu menjadi urutan cerita yang baik!
3.     Berceritalah dengan menggunakan alat peraga yang sesuai!
4 x 40’
§ Buku Teks yang relevan
§ Dongeng atau cerita Anak





Membaca Sastra 
Memahami isi berbagai teks bacaan sastra dengan membaca


Menceritakan kembali cerita anak yang dibaca

C
Penceritaan kembali cerita anak yang dibaca
·     Membaca sebuah buku cerita yang menarik berdasarkan persediaan perpustakaan sekolah atau koleksi pribadi siswa (buku yang berbeda dari sebelumnya)
·     Menentukan pokok-pokok cerita yang telah dibaca
·     Merangkai pokok-pokok cerita menjadi urutan cerita yang baik dan menarik
·     Berlatih bercerita
·     Bercerita di depan kelas dengan menggunakan alat peraga yang sesuai
§  Mencatat pokok-pokok cerita anak yang dibaca
§  Menjabarkan pokok-pokok cerita itu menjadi urutan cerita yang baik
§  Menceritakan kembali cerita dengan bahasa sendiri secara lisan dan tulisan


Tes Tertulis
Penugasan dan demontrasi
1.     Tulislah kronologis pokok-pokok cerita dari buku cerita yang kamu baca dengan benar!
2.     Rangkailah pokok-pokok cerita itu menjadi urutan cerita yang baik!
3.     Ceritakanlah kembali cerita yang kamu baca dengan bahasamu sendiri!

6 x 40’
§ Buku Teks yang relevan
§ Dongeng / Cerita Anak



Mengomentari buku cerita yang dibaca
C
Komentar buku cerita
·     Membaca sebuah cerita yang menarik berdasarkan persediaan perpustakaan sekolah atau koleksi pribadi siswa (buku yang berbeda dari sebelumnya)
·     Mengidentifikasi unsure-unsur cerita yang telah dibaca
·     Mendiskusikan unsure-unsur cerita yang akan dikomentari
·     Memberikan komentar terhadap cerita yang dibaca dengan alas an yang logis dan bahasa yang sopan
§  Mengidentifikasi unsure/bagian cerita anak
§  Memilih unsure/bagian cerita anak yang akan dikomentari
§  Memberikan komentar terhadap cerita anak dengan alas an yang logis dan bahasa yang sopan


Tes Tertulis
Penugasan dan demontrasi
1.     Tulislah unsure-unsur cerita dari buku cerita yang kamu baca dengan benar!
2.     Bagaimana komentarmu mengenai cerita yang kamu baca, kemukakan hal itu dengan alasan yang logis dan santun!

4 x 40’
§ Buku Teks yang  relevan
§ Dongeng / Cerita Anak


Menulis Sastra
Mengekspresikan pikiran, perasaan, dan pengalaman melalui pantun dan dongeng
Menulis pantun yang sesuai dengan syarat pantun

C
Penulisan pantun
·         Mendiskusikan syarat-syarat pantun
·         Membuat pantun yang sesuai dengan syarat-syarat pantun

§  Menjelaskan syarat-syarat pantun
§  Menulis pantun yang sesuai dengan syarat-syarat pantun

Tes Tertulis
Penugasan
1.     Tulislah sebuah pantun yang terkait dengan masalah pendidikan atau moral!

2 x 40’
§ Buku Teks yang relevan




Menulis kembali dengan bahasa sendiri dongeng yang pernah dibaca atau di dengar

C
Penulisan kembali dongeng
·     Membaca /mendengarkan sebuah dongeng
·     Menuliskan pokok-pokok dongeng
·     Menulis kembali dongeng berdasarkan pokok-pokok dongeng yang dibuat

§  Mengidentifikasi pokok-pokok dongeng
§  Menulis kembali dongeng sesuai urutan pokok-pokok dongeng


Tes Tertulis
Penugasan
1.     Tulislah kembali dongeng yang kamu baca/dengar dengan bahasamu sendiri!

4 x 40’
§ Buku Teks yang relevan
§ Dongeng / Cerita Anak






Mengetahui:
Kepala MTsN Situjuh Batur



Drs. N A H A R
NIP 195210051991011001
Situjuh Batur, 11 Juli 2011
Guru Mata Pelajaran



SILVIANTI, SS
NIP 19800613200710 2 007