Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Maret 2012

Tanda Kedatangan Imam Mahdi


Tanda-Tanda Kemunculan Imam Mahdi
Para ulama membagi Tanda-tanda Akhir Zaman menjadi dua. Ada Tanda-tanda Kecil dan ada Tanda-tanda Besar Akhir Zaman. Tanda-tanda Kecil jumlahnya sangat banyak dan datang terlebih dahulu. Sedangkan Tanda-tanda Besar datang kemudian jumlahnya ada sepuluh. Alhamdulillah, Allah sayang sama umat manusia. Sehingga Allah datangkan tanda-tanda kecil dalam jumlah banyak sebelum datangnya tanda-tanda besar. Dengan demikian manusia diberi kesempatan cukup lama untuk merenung dan bertaubat sebelum tanda-tanda besar berdatangan.
Banyak pendapat mengatakan bahwa kondisi dunia dewasa ini berada di ambang datangnya tanda-tanda besar Kiamat. Karena di masa kita hidup dewasa ini sudah sedemikian banyak tanda-tanda kecil yang bermunculan. Praktis hampir seluruh tanda-tanda kecil kiamat yang disebutkan oleh Nabishollallahu ’alaih wa sallamsudah muncul semua di zaman kita. Maka kedatangan tanda-tanda besar tersebut hanya masalah waktu. Tanda besar pertama yang bakal datang ialah keluarnya Dajjal. Namun sebagian ulama berpendapat bahwa sebelum munculnya Dajjal harus datang terlebih dahulu Tanda Penghubung antara tanda-tanda kecil kiamat dengan tanda-tanda besarnya. Tanda Penghubung dimaksud ialah diutusnya Imam Mahdi ke muka bumi.
Dalam sebuah hadits Nabishollallahu ’alaih wa sallammengisyaratkan bahwa Imam Mahdi pasti datang di akhir zaman. Ia akan memimpin ummat Islam keluar dari kegelapan kezaliman dan kesewenang-wenangan menuju cahaya keadilan dan kejujuran yang menerangi dunia seluruhnya. Ia akan menghantarkan kita meninggalkan babak keempat era para penguasa diktator yang memaksakan kehendak dan mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya dewasa ini menuju babak kelima yaitu tegaknya kembali kekhalifahan Islam yang mengikuti manhaj, sistem atau metode Kenabian.
لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا يَوْمٌ لَطَوَّلَ اللَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ حَتَّى يَبْعَثَ فِيهِ
رجل مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي وَاسْمُ أَبِيهِ اسْمُ أَبِي
يَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَجَوْرًا
“Andaikan dunia tinggal sehari sungguh Allah akan panjangkan hari tersebut sehingga diutus padanya seorang lelaki dari ahli baitku namanya serupa namaku dan nama ayahnya serupa nama ayahku. Ia akan penuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan penganiayaan.” (HR abu Dawud 9435)
Lelaki keturunan Nabi Muhammadshollallahu ’alaih wa sallamtersebut adalah Imam Mahdi. Ia akan diizinkan Allah untuk merubah keadaan dunia yang penuh kezaliman dan penganiayaan menjadi penuh kejujuran dan keadilan. Subhanallah...! Beliau tentunya tidak akan mengajak ummat Islam berpindah babak melalui perjalanan tenang dan senang laksana melewati taman-taman bunga indah atau melalui meja perundingan dengan penguasa zalim dewasa ini apalagi dengan mengandalkan sekedar ”permainan kotak suara”..! Imam Mahdi akan mengantarkan ummat Islam menuju babak Khilafatun ’ala Minhaj An-Nubuwwah melalui jalan yang telah ditempuh Nabi Muhammadshollallahu ’alaih wa sallamdan para sahabatnya, yaitu melalui al-jihad fi sabilillah.
Imam Mahdi akan berperan sebagai panglima perang ummat Islam di akhir zaman. Beliau akan mengajak ummat Islam untuk memerangi para Mulkan Jabriyyan (Para Penguasa Diktator) yang telah lama bercokol di berbagai negeri-negeri di dunia menjalankan kekuasaan dengan ideologi penghambaan manusia kepada sesama manusia. Bila Allah mengizinkan Imam Mahdi untuk menang dalam berbagai perang yang dipimpinnya, maka pada akhirnya ia akan memimpin dengan pola kepemimpinan berideologi aqidah Tauhid, yaitu penghambaan manusia kepada Allah semata. Banyak ghazawat (perang) akan dipimpin Imam Mahdi. Dan –subhaanallah- Allah akan senantiasa menjanjikan kemenangan baginya.
تَغْزُونَ جَزِيرَةَ الْعَرَبِ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ ثُمَّ فَارِسَ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ
ثُمَّ تَغْزُونَ الرُّومَ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ ثُمَّ تَغْزُونَ الدَّجَّالَ فَيَفْتَحُهُ اللَّهُ
“Kalian perangi jazirah Arab dan Allah beri kalian kemenangan. Kemudian Persia (Iran), dan Allah beri kalian kemenangan. Kemudian kalian perangi Rum, dan Allah beri kalian kemenangan. Kemudian kalian perangi Dajjal,dan Allah beri kalian kemenangan.” (HR Muslim 5161)
Lalu apa sajakah indikasi kedatangan Imam Mahdi? Dalam sebuah hadits Nabishollallahu ’alaih wa sallammemberikan gambaran umum indikasi kedatangan Imam Mahdi. Ia akan diutus ke muka bumi bilamana perselisihan antar-manusia telah menggejala hebat dan banyak gempa-gempa terjadi. Dan kedua fenomena sosial dan fenomena alam ini telah menjadi semarak di berbagai negeri dewasa ini.
أُبَشِّرُكُمْ بِالْمَهْدِيِّ يُبْعَثُ فِي أُمَّتِي عَلَى اخْتِلَافٍ مِنْ النَّاسِ
وَزَلَازِلَ فَيَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا
“Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan gempa-gempa. Ia akan penuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kesewenang-wenangan dan kezaliman.” (HR Ahmad 10898)
Hadits berikut ini bahkan memberikan kita gambaran bahwa kedatangan Imam Mahdi akan disertai tiga peristiwa penting. Pertama,perselisihan berkepanjangan sesudah kematianseorang pemimpin. Kedua, dibai’atnya seorang lelaki (Imam Mahdi) secara paksa di depan Ka’bah. Ketiga, terbenamnya pasukan yang ditugaskan untuk menangkap Imam Mahdi dan orang-orang yang berbai’at kepadanya. Allah benamkan seluruh pasukan itu kecuali disisakan satu atau dua orang untuk melaporkan kepada penguasa zalim yang memberikan mereka perintah untuk menangkap Imam Mahdi.
يَكُونُ اخْتِلَافٌ عِنْدَ مَوْتِ خَلِيفَةٍ فَيَخْرُجُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ هَارِبًا إِلَى مَكَّةَ فَيَأْتِيهِنَاسٌ مِنْ أَهْلِ مَكَّةَ فَيُخْرِجُونَهُ وَهُوَ كَارِهٌ فَيُبَايِعُونَهُ بَيْنَ الرُّكْنِ وَالْمَقَامِ
وَيُبْعَثُ إِلَيْهِ بَعْثٌ مِنْ أَهْلِ الشَّامِ فَيُخْسَفُ بِهِمْ بِالْبَيْدَاءِ بَيْنَ مَكَّةَ وَالْمَدِينَةِ
“Akan terjadi perselisihan setelah wafatnya seorang pemimpin, maka keluarlah seorang lelaki dari penduduk Madinah mencari perlindungan ke Mekkah, lalu datanglah kepada lelaki ini beberapa orang dari penduduk Mekkah, lalu mereka membai’at Imam Mahdi secara paksa, maka ia dibai’at di antara Rukun dengan Maqam Ibrahim (di depan Ka’bah). Kemudian diutuslah sepasukan manusia dari penduduk Syam, maka mereka dibenamkan di sebuah daerah bernama Al-Baida yang berada di antara Mekkah dan Madinah.” (HR Abu Dawud 3737)
Saudaraku, sebagian pengamat tanda-tanda akhir zaman beranggapan bahwa indikasi yang pertama telah terjadi, yaitu perselisihan dan kekacauan yang timbul sesudah wafatnya seorang pemimpin. Siapakah pemimpin yang telah wafat itu? Sebagian berspekulasi bahwa yang dimaksud adalah Saddam Husein. Karena semenjak kematiannya, negeri Irak berada dalam kekacauan berkepanjangan. Wallahua’lam bish-showwab. Bila analisa ini benar berarti dewasa ini kita sudah harus bersiap-siap untuk berlangsungnya pembai’atan paksa Imam Mahdi di depan Ka’bah.
Saudaraku, bila ketiga peristiwa di atas telah terjadi, berarti Ummat Islam di seluruh penjuru dunia menjadi tahu bahwa Imam Mahdi telah datang diutus ke muka bumi. Panglima ummat Islam di Akhir Zaman telah hadir.. . Dan bila ini telah menjadi jelas kitapun terikat dengan pesan Nabishollallahu ’alaih wa sallamsebagai berikut:
فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَبَايِعُوهُ وَلَوْ حَبْوًا عَلَى الثَّلْجِ فَإِنَّهُ خَلِيفَةُ اللَّهِ الْمَهْدِيُّ
“Ketika kalian melihatnya (kehadiran Imam Mahdi), maka berbai’at-lah dengannya walaupun harus merangkak-rangkak di atas salju karena sesungguhnya dia adalah Khalifatullah Al-Mahdi.” (HR Abu Dawud 4074)
Ya Allah, izinkanlah kami bergabung dengan pasukan Imam Mahdi. Ya Allah anugerahkanlah kami rezeki untuk berjihad di jalanMu bersama Imam Mahdi lalu memperoleh salah satu dari dua kebaikan: ’isy kariman (hidup mulia di bawah naungan syariat Allah) atau mut syahidan (mati syahid). Amin...

Kamis, 15 Maret 2012

Artikel 2


Bangsa ini Saatnya Meneladani Kejujuran Nabi Muhammad SAW
Musni Umar - detikNews
Senin, 06/02/2012 19:23 WIB

Jakarta Indonesia dan umat Islam di seluruh dunia, pada 12 Rabiul Awal 1433 H bertepatan 5 Februari 2012 kembali memperingati Maulid (hari lahir) Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam (SAW). Setiap memperingati Maulid, bangsa Indonesia sepatutnya mengambil pelajaran dan contoh teladan dari sifat-sifat, perilaku dan tutur kata Muhammad SAW.

Salah satu sifatnya yang amat dikagumi sejak remaja, yang kemudian kaum Quraisy memberinya gelar "Al Amiin" (orang yang dipercaya) ialah sifat jujur dan lurus (amanah). Sifat jujur ini sangat penting digelorakan untuk diamalkan oleh seluruh bangsa Indonesia. Oleh karena, terutama kalangan elitnya cenderung hidup hedonis, dan mengabaikan pentingnya kejujuran.

Selain itu, kehidupan semakin keras dan penuh persaingan, telah membawa kepada sikap pragmatis dengan menanggalkan kejujuran dan menghalalkan segala cara untuk meraih kemewahan dan kesenangan materi.

Di kalangan masyarakat sudah ada pandangan, kalau berperilaku jujur dan lurus akan dijauhi, tidak disukai dan hidupnya susah. Ini harus dicegah dan dihentikan pandangan yang menyesatkan itu.

Muhammad Abduh dalam buku Tafsirnya "Al Manar" membagi tingkatan amanah (jujur) menjadi tiga. Pertama, jujur kepada Allah yaitu menepati janji untuk menaati semua perintah Allah dan meninggalkan laranganNya. Larangan Allah yang berkaitan kejujuran ialah sifat munafik yaitu kalau berbicara ia berbohong, kalau berjanji ia menyalahi janji, dan jika dipercaya ia berkhianat.

Kedua, jujur terhadap sesama manusia, yaitu menjaga sesuatu yang diterima dan menyampaikannya kepada yang berhak menerima. Jujur semacam ini menurut Imam Ar-Razi, mencakup kejujuran para penguasa dan ulama dalam membimbing masyarakat.

Ketiga, jujur kepada diri sendiri. Allah telah membekali manusia dengan akal untuk membedakan yang hak dan batil. Pada tataran ini, banyak manusia yang mengkhianati dirinya dengan mengambil harta bukan miliknya. Inilah yang disebut sekarang korupsi,

Kejujuran Kunci Keselamatan

Setidaknya terdapat tiga alasan mengapa bangsa Indonesia harus meneladani kejujuran Muhammad SAW. Pertama, bangsa Indonesia adalah bangsa panutan. Rakyat selalu melihat ke atas. Kalau para pemimpinnya jujur dan taat, maka rakyatnya akan meniru mereka. Sebaliknya kalau tidak jujur, maka rakyat akan menjadi tidak jujur dan kehilangan panutan.

Akibatnya rakyat meneladani yang mereka lihat di TV dan di lingkungannya. Inilah yang dialami bangsa Indonesia. Maka untuk memperbaiki dan menyelamatkan bangsa dan negara Indonesia, sudah saatnya para pemimpin di semua tingkatan, para birokrat/pegawai, dan pejabat negara, mencontoh dan meneladani kejujuran Muhammad SAW dan mengamalkan dalam hidup sehari-hari.

Kalau hal itu dilakukan, maka rakyat akan mencontoh kepada para pemimpin dan inilah awal munculnya pemerintah yang bersih. Pemerintah yang bersih, merupakan syarat mutlak terciptanya masyarakat adil dan makmur yang menjadi tujuan Indonesia merdeka.

Kedua, bangsa. Indonesia masih dalam suasana keterpurukan di segala bidang. Salah satu sebabnya pernah diungkapkan oleh Amir Syakib Arsalan dalam bukunya "Limadza Taakharal Muslimuna Wa Taqaddama Ghairuhum? (Mengapa Kaum Muslim mundur dan lainnya maju). Dia menjawab antara lain kaum Muslim mundur lantaran meninggalkan agamanya. Menurut saya, bangsa Indonesia ini mundur dan belum bangkit menuju kemajuan karena kejujuran belum diamalkan.

Bangsa ini seharusnya makmur dan sejahtera karena kekayaan alamnya melimpah, tetapi kejujuran tidak diamalkan, sehingga korupsi merajalela, yang kaya semakin kaya, sementara mayoritas dari bangsa ini masih miskin dan terkebelakang.

Ketiga, Muhammad SAW merupakan manusia paripurna yang patut dijadikan contoh teladan. Tuhan telah menegaskan dalam Al-Qur'an "Wa maa arsalnaaka illa rahmatan lil'alamaniin" (Dan tidaklah kami utus engkau (Muhammad) kecuali menjadi rahmat bagi seluruh alam).

Penegasan Tuhan itu, semakin mendapat pembenaran secara ilmiah, misalnya seorang ilmuan berkebangsaan Amerika Serikat, Michael H. Hart dalam bukunya yang bertajuk "100: A Ranking of the Most Influential Persons in History (1992) telah memilih dan menempatkan Muhammad pada ranking pertama dari 100 tokoh paling berpengaruh di dalam sejarah. Dia menyebut Muhammad "supremely successful" in the both religious and secular realms.

Oleh karena itu, bangsa Indonesia sudah saatnya meneladani Muhammad SAW dalam seluruh aspek kehidupannya. Setiap kita memperingati Maulid, seharusnya memetik sifat-sifat dan akhlaknya yang mulia terutama kejujuran yang diperlukan sekarang ini.

Kesimpulan

Dalam suasana memperingati Maulid, bangsa Indonesia sangat penting meneladani dan mengamalkan kejujuran, yang merupakan salah satu sifat Muhammad SAW yang amat penting. Sifat jujur adalah mahkota kehidupan. Ia sangat penting diamalkan karena merupakan kunci untuk meraih kemajuan dan keselamatan di dunia dan akhirat.

Para pemimpin bangsa ini disemua tingkatan, setiap memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, sebaiknya memperbaharui niat, komitmen dan tekad untuk meneladani dan mengamalkan kejujuran Muhammad dalam hidup sehari-hari.

Diharapkan tumbuh semangat dan gerakan hidup jujur di kalangan bangsa Indonesia sebagai solusi untuk memperbaiki segala kekurangan dan kelemahan selama ini.

*) Musni Umar, sosiolog dan Direktur Institute for Social Empowerment and Democracy (INSED).

Artikel 1


4 Hal Yang Bisa Meningkatkan Kemampuan Otak
Otak secara alami akan kehilangan sel-selnya ketika mencapai usia 30 tahun. Akibatnya, daya tangkap akan terganggu, mudah lupa dan sulit mengingat informasi baru. Namun, jangan khawatir ada trik untuk menjaga kemampuan otak agar terus bekerja secara baik.
Teh Hijau

Kandungan teh hijau yang mengandung anti oksidan tinggi, akan memerangi radikal bebas yang dapat menyerang saraf otak. Teh hijau telah terbukti bisa menghambat enzim yang menyebabkan Alzheimer. Selain itu teh hijau juga membuat kemampuan otak lebih tajam.

Mengunyah

Kegiatan menguyah dapat meningkatkan aliran darah ke otak yang mengontrol memori. Anda bisa membaca buku sambil mengunyah permen karet sebagai aktivitas harian Anda.
Memainkan alat musik

Latihan alat musik dapat meningkatkan ketajaman berpikir. Melakukan latihan musik rutin selama setahun membantu daya pikir dan daya ingat menjadi lebih baik.
Mencium wangi bunga

Penelitian di Amerika menunjukkan bahwa, orang yang sering mencium wangi bunga bisa berpikir 17 persen lebih cepat. Aroma bunga dipercaya bisa menghilangkan stress dan menjadikan pikiran lebih tajam. Tempatkan bunga di rumah maupun meja kerja Anda.